Peran

Cita-cita adalah peran yang akan kita ambil Pada Masa dewasa yang sudah kita rumuskan Sejak kecil. Berbicara cita-cita adalah seorang anak yang sangat lugu ingin menjadi tukang cuci. Jelas pasti peran tersebut yang sering dia lihat.

Ada yang ingin menjadi seorang guru. Sudah pasti dia menaruh kekaguman pada kewibawaan gurunya sewaktu di sekolah. Itu artinya cita-cita yang terbentuk berasal dari pengalaman dan wawasan Pada saat kita merumuskannya.

Namun, tidak sedikit yang berubah dengan seiring bertambahnya waktu. Oleh karena itu sangat penting memberikan Pengalaman yang baik pada anak-anak. Caranya bisa ke pustaka membacakan banyak hal, membawa jalan-jalan pada berbagai kegiatan kita, dan mengenalkan berbagai profesi yang ada

Affirmasi

Setiap kita pasti punya cita-cita dan harapan akan Masa depan yang lebih baik. Dan itu membutuhkan aksi yang kita lakukan dalam meraihnya. Aksi kita dalam merealisasikan semua itu dapat diwujudkan dengan peran kita sebagai seorang manusia secara spesifik. Misalnya anda punya harapan pendidikan di Indonesia lebih maju dan dapat mensejahterakan rakyat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya. Nah, dari harapan tersebut peran apa yang dapat anda ambil dalam merealisasikan harapan tersebut.

Persis seperti kata pendiri bangsa ini. Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, namun tanyalah pada dirimu Apa yang dapat kau berikan pada negeri tercinta ini.

Cita-cita dan harapan sebaiknya kita tuliskan yang sering dikatakan sebagai visi. Nah, setelah kita tuliskan kita affirmasikan setiap harinya sekitar satu jam secara konsisten. Lalu kita break down menjadi aksi jangka panjang yang sering disebut sebagai misi dalam hidup kita.

Layaknya seperti seorang nabi yang memiliki misi Ilahi untuk mengembalikan jalan hidup manusia pada TuhanNya. Begitu juga kita harus memiliki misi dalam meraih harapan terbesar kita dalam hidup ini.

Dan itu terus kita affirmasikan dan internalisasikan dalam doa-doa kita. Seakan-akan itulah jalan hidup kita yang harus kita perjuangan hingga akhir hidup kita. Setelah memiki misi yang jelas. Kita juga harus menuliskan langkah-langkah praktis yang harus kita lakukan dalam waktu baik tahunan, semesteran, triwulan, bulanan, mingguan bahkan harian. Semua itu sebaiknya kita agendakan secara terperinci. Dan kalau memungkinkan tuliskan dan lakukan apa yang kita tuliskan tersebut dan di evaluasi apakah tujuan-tujuan kita tersebut terealisasikan atau tidak?

Dimana letak tantangan dan rintangannya. Lalu kita menyusun strategi lainnya, oleh karena itu kita membutuhkan ilmu dan pengetahuan yang sesuai dengan visi, misi serta tujuan hidup kita sesuai peran yang telah kita pilih tadi.

Karena setiap kita diciptakan oleh Sang Pencipta memiliki tujuan masing-masing. Kita diciptakan dengan uniqenes yang berbeda dari setiap individu lainnya. Bakat, potensi, karakter dan pembawaan masing-masing. Dan itu harus kita kenali terlebih dulu agar harapan dan cita-cita kita dapat kita perjuangan sebagai jalan “kenabian” dalam membawa misi “Ilahiyah” sebagi “insan kamil” yang diciptakan di muka bumi ini.

“Tidak ada yang sia-sia dalam PenciptaanKu” kata Tuhan

So, temukan dirimu karena dengan begitu engkau akan temukan Tuhanmu dalam dirimu sendiri. Tidak perlu jauh-jauh mengenal Tuhan cukup kenali dirimu.

Menulis

Konsisten dalam menulis merupakan hal yang sangat penting, namun kegiatan tersebut jarang sekali terlupa dengan banyaknya kegiatan yang kadang tidak terlalu penting.

Pingin menulis buku, namun kadang mendisiplinkan diri untuk membuat blog aja kurang ada waktu. Padahal dengan menulis kita akan mengetahui apa hal yang masih harus kita pelajari.

Keinginan untuk belajar lebih banyak lagi hal yang penting akan terus bertambah dengan pemahaman bahwa kita masih kurang dalam hal yang kita tulis tersebut.

Dan dengan menulis kita akan mengetahui sejauh mana kemampuan menulis kita baik informasi yang kita tuliskan, maupun skema penulisannya. Dengan begitu kita akan semakin tertentang untuk upgrade kemampuan dalam menulis lagi.

Tanpa sengaja saya menemukan blog ini setelah lama saya lupakan. Ternyata saya punya dua blog yang hampir kedua-duanya saya lupa. Satunya lagi http://yuliahomebakery.blogspot.com

Semoga bisa konsisten dalam menulis blog sebelum menulis buku nantinya.

Tujuan Hidup

Perjalan hidup telah banyak mengajarkan saya berbagai hal. Sewaktu kanak-kanak tujuan saya hanya bermain dan bahagia. Beranjak remaja tujuan agar dapat belajar dan bersosialisasi dengan teman-teman, tertawa bersama dan bahagia. Beranjak dewasa mulai serius dan merancang cita-cita masa depan.

Setelah menikah mulai berdatangan masalah, konflik dan hidup mulai penuh drama. Namun Disaat itulah sebenarnya kehidupan dimulai. Ketika kita mulai sadar hidup kita bermasalah barulah pencarian makna hidup mulai direnungkan. Alhamdulillah saat ini saya telah melalui berbagai pergulatan hidup. Hingga membawa kepada sebuah arti penghambaan total di hadapan sang khalik. Selama ini ntah apa alasannya, mengapa terlalu berat untuk meminta kepadaNya. Kalau pun meminta kadang merasa apakah ini akan terkabul. Masih ada keraguan dalam diri.

Semua itu membuktikan iman sya masih terlalu tipis. Maka sebab dari tipisnya iman hidup menjadi tidak tenang dan selalu terombang ambing. Belum ada pijakan atau pegangan kuat dalam beragama. Beragama hanya sebuah simbol tanpa makna hakiki. Namun, satu hal yang masih disyukuri pada akhirnya dengan segala masalah yang datang dalam hidup menyadarkan diri agar lebih berpegang kuat lagi pada tongkat Allah, hanya Allah tempat bergantung.

Semua ikhtiar yang kita lakukan akan menjadi sia-sia tanpa ada niat untuk bekerja karenaNya. Padahal semua sudah jelas termaktup dalam Al-quran namun pemahaman dan kesadaran belum juga berada pada puncaknya. Semoga belum terlambat untuk memperbaiki niat bahwa semua usaha yang kita lalukan bukan bertujuan sebagai eksistensi diri seperti yang dikatakan oleh sigmun freud, tapi sebagai Aktifitas ibadah yang mengharapkan RidhaNya semata.

Bukan surga yang ku damba atau neraka yang ku takutkan. Namun kecintaan dariMulah yang ku idamkan.

Pos blog pertama

Memulai lagi dengan situs yang baru. Sebelum menikah sempat memiliki blog juga namun karena penyakit klasik “lupa” membuat saya tidak dapat lagi membuka blog tersebut.

Namun itu bukan masalah yang untuk dipermadalahkan. Semua ada ibrahnya, semoga dengan blog yang baru ini menjadikan saya refresh dari masa lalu yang penuh lika liku kehidupan. Sehingga saya berada pada satu titik “hidup saya mengurus orang lain, biar Allah yang menurus urusan saya”

Setelah saya melangkah sekitar 35 tahun dimuka bumi ini ternyata saya sadar saya tidak dapat mengendalikan hidup saya. Cita-cita saya yang telah saya rangkum begitu indah dalam buku diary saya tidak dapat saya wujudkan.

Namun, setelah saya pasrah dan berserah kemudahan ini semakin nyata dan langsung dengan mudah terealisasikan. Ternyata saya harus segera ubah strategi dalam hidup. Bahkan cukup buat kebaikan buat orang lain, biar Allah yang berbuat kebaikan padamu.

Semoga tulisan ini dijauhkan dari pengaruh syaitan yang bersemayam dalam nafsu. Semoga Allah segera menempati Hati sebagai ArasyNya, agar senantiasa memberi Ilham dan Petunjuk. AminPos blog pertamapotret-tgk-syiah-kuala.jpg